UPGRIP Kembali Gelar Kajian Sriwijaya, Soroti Tentang Nilai Historis Benda-benda Peninggalan Sriwijaya Temuan di Sungai Musi Palembang

UPGRIP Kembali Gelar Kajian Sriwijaya, Soroti Tentang Nilai Historis Benda-benda Peninggalan Sriwijaya Temuan di Sungai Musi Palembang

Palembang – Humas UPGRIP

Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) merupakan salah satu Prodi yang diminati masyarakat dalam menempuh Pendidikan Tinggi. Pasalnya, Prodi ini memiliki banyak kegiatan kajian kesejarahan, salah satunya adalah Kajian Sriwijaya dan Sumber Belajar Sejarah yang merupakan Kajian Ilmiah kesejarahan dan pembelajaran yang berada di bawah Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPGRIP.

Kali ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UPGRIP kembali menggelar Kajian Sriwijaya dengan Nilai Historis Benda-benda peninggalan Era Sriwijaya Temuan di Sungai Musi Palembang.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si., CIQaR melalui Wakil Rektor III Bapak Assoc. Prof. Drs. Sukardi, M.Pd di lantai 4 Ruang 402, Gedung BSC, UPGRIP, Sabtu (18/5/2024).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber pakar dibidangnya yakni Dr. Wahyu Rizki Andifani, M.A. (Arkeolog, Badan Riset dan Inovasi Nasional / BRIN), Titet Fauzi Rachmawan, S.S. (Arkeolog, Badan Riset dan Inovasi Nasional /BRIN), Faisal Sazili, S.Pd (Kolektor Barang Antik Palembang). Dan tiga narasumber tersebut sekaligus sebagai pembahas dalam kegiatan kajian tersebut. Adapun sebagai penyaji materi hasil penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari dosen dan mahasiswa yang diketuai oleh Kabib Sholeh, M.Hum yang merupakan Sejarawan, Universitas PGRI Palembang.

Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si., CIQaR melalui Wakil Rektor III Bapak Assoc. Prof. Drs. Sukardi, M.Pd mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Prodi Pendidikan Sejarah harus mampu berinovasi dalam pengembangan akademik sehingga memiliki keunggulan dan kekhasan dalam keilmuan yang dikembangkan di Prodi. Khusus Program Studi Pendidikan sejarah memiliki keunggulan dalam bidang penelitian Sejarah lokal dan pembelajarannya.

“Keunggulan dalam penelitian sejarah lokal dan pembelajarannya maka Kajian Sriwijaya menjadi salah satu konsentrasi yang dikembangkan atau di fokuskan sebagai salah satu bentuk usaha dalam melakukan penelitian, pengkajian dan pengembangan hasil penelitian sebagai sumber belajar sejarah yang inovatif dan terbarukan bagi siswa, mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Kajian Sriwijaya ini adalah jawaban dan usaha dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin maju dengan berbagai inovasi dan kretifitas perguruan tinggi khususnya Program Studi Pendidikan Sejarah dalam mengembangkan keunggulan akademiknya.

Perlunya sinergi dari berbagai instansi terkait kerjasama tridharma perguruan tinggi khususnya bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan Kajian Sriwijaya ini yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Komunitas Kolektor Benda-benda Sriwijaya merupakan kegiatan yang sangat baik dan perlu ditingkatkan dalam bidang lainnya.

“Kajian Sriwijaya yang dimiliki Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang merupakan salah satu usaha yang tepat dalam mengkaji mendalam terkait eksistensi Kedatuan Sriwijaya di Palembang,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kajian Sriwijaya Dr. Muhamad Idris, M.Pd sekaligus Wakil Dekan III FKIP UPGRIP berharap kegiatan Kajian Sriwijaya ini harus tetap eksis dalam mengkaji sejarah dan budaya terkait eksistensi Sriwijaya di Palembang.

“Kajian ini tentu akan menggunakan para pakar peneliti lintas ilmu, bukan saja ilmu sejarah, dan budaya, tetapi ilmu bantu sejarah lain yang relevan dalam melakukan pengkajian sejarah Sriwijaya,” terangnya.

Sementara itu, menurut Kabib Sholeh, M.Hum selalu Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, menjelaskan bahwa hasil Kajian Sriwijaya ini akan menjadi manfaat yang positif bagi masyarakat Palembang khususnya siswa, mahasiswa dan para guru sejarah di sekolah, karena pengkajian benda-benda Sriwijaya yang ditemukan di Sungai Musi sampai saat ini belum banyak dilakukan penelitian atau pengkajian yang mendalam terkait benda-benda tersebut.

“Apa lagi hasil penelitian yang dimanfaatkan oleh guru atau siswa sebagai sumber belajar yang terbarukan terkait sejarah masa Hindu-Budha kedatuan Sriwijaya di sekolah sampai saat ini belum banyak yang diajarkan. Termasuk dalam hal penelitian atau pengkajian terkait benda-benda peninggalan sriwijaya di Sungai Musi masih belum banyak dilakukan,” terangnya.

Dikatakannya, kegiatan Kajian Sriwijaya ini akan terus dilaksanakan dengan melakukan penelitian kolaborasi antar dosen dan mahasiswa baik dari UPGRIP atau dari instansi luar. Informasi Sriwijaya sudah melekat di tengah masyarakat Palembang dan di luar Palembang, bahkan Palembang merupakan pusat awal kedatuan Sriwijaya (abad 7-10 M), sebelum berpindah di wilayah Jambi.

Sejarah Kedatuan Sriwijaya di Palembang apa bila tidak dilakukan penelitian secara mendalam maka akan menjadi sebuah cerita sejarah yang minim akan data-data atau benda peninggalannya. Padahal sebuah sejarah akan kuat hanya berdasarkan sumber tertulis, benda dan bukti relevan lainnya.

Maka salah satu peninggalan benda-benda Sriwijaya di sungai Musi seperti keramik era dinasti China (Han, Tang dan Sung), koin dari China, manik-manik, serpihan kapal kuno dan peninggalan lainnya menjadi konsentrasi pengkajian pada kegiatan ini.

“Dengan harapan hasil pengkajian ini akan menjadi manfaat baik secara akademik, kebijakan pemerintah kota Palembang dan khususnya bermanfaat bagi masyarakat Palembang, Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Kalender

May 2024
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori Post