FKIP Universitas PGRI Palembang Gelar Yudisium ke-119 dengan Protokol Kesehatan Ketat

FKIP Universitas PGRI Palembang Gelar Yudisium ke-119 dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd melantik dan meyudisium sarjana baru ke-119 periode ke-II semester ganjil tahun akademik 2020/2021 di Lantai 5 Gedung Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Rabu (16/12/2020).

Palembang, humas_upgrip – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang kembali melantik dan meyudisium sarjana baru ke-119 periode ke-II semester ganjil tahun akademik 2020/2021.

Kegiatan yudisium yang digelar di Lantai 5 Gedung Perpustakaan Universitas PGRI Palembang, Rabu (16/12/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Semua peserta yudisium dan tamu undangan diwajibkan menggunakan masker ditambah dengan face shield.

Sebelum memasuki ruangan yudisium, para peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan  diukur suhu tubuh. Jarak antar-peserta yudisium diatur sesuai dengan protokol kesehatan.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyerahkan piagam penghargaan kepada lulusan yang meraih predikat Dengan Pujian.

Pada acara ini sebanyak 65 sarjana baru dari sepuluh  Program Studi (Prodi) secara resmi diyudisium dan dilantik Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd.

Turut hadir dalam acara yudisium Wakil Ketua YPLP PT-PGRI Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Djama’ani Djakfar, MPd, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi beserta jajaran, Dekan di lingkungan Universitas PGRI Palembang serta tamu undangan lainnya.

Pada sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi mengatakan, dosen di perguruan tinggi yang dipimpinnya ini merupakan tenaga pengajar profesional dan benar-benar berkompeten di bidangnya.

Wakil Ketua YPLP PT-PGRI Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Djama’ani Djakfar, MPd.

Menurut Rektor, dari 310 dosen Universitas PGRI Palembang semuanya telah terdaftar dalam program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diberi nama Sinta (Science and Technology Index).

Sinta ini merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal, dan kinerja institusi.

Rektor mengatakan, dosen yang masuk program Sinta harus melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni, pendidikan, melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi.

“Dosen Universitas PGRI Palembang wajib masuk pada program Sinta. Belum dapat dikatakan dosen jika belum masuk Sinta (wadah dosen berkarya),” kata Rektor.

Sebagai bentuk apresiasi kepada dosen, Universitas PGRI Palembang akan memberikan penghargaan bagi dosen yang mendapat peringkat sepuluh  tertinggi dalam program Sinta.

“Kita akan pacu semua dosen memiliki prestasi dan karya yang nantinya akan kita beri reward,” kata Bukman Lian.

Sebagai langkah antisipasi lulusan agar tidak terjadinya Plagiarism dalam pembuatan skripsi (tugas akhir), Universitas PGRI Palembang telah menyediakan aplikasi Turnitin yang dapat digunakan untuk  mengetahui apakah ada plagiat atau tidak pada tugas akhir mahasiswa.

Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd.

“Sebelum lulus tugas akhir atau skripsi mahasiswa wajib cek Plagiarizm dengan Turnitin, sampai tiga kali cek  dengan persentase kelayakan, baru bisa lulus,” tandas Bukman Lian.

Di tempat yang sama, Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd berpesan kepada sarjana baru yang telah dilantik, yudisium ini merupakan awal dari perjuangan untuk terjun langsung ke dunia kerja dan masyarakat.

“Kalian telah dibekali modal yang cukup untuk terjun langsung ke dunia kerja karena kurikulum yang digunakan saat ini telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat jadi output-nya tidak hanya disiapkan sebagai pendidik tetapi juga bisa memilih kompetensi dan profesi lain,” kata Dessy.

Lebih lanjut Dessy menyampaikan dengan teknologi yang semakin canggih, saat ini lulusan harus lebih aktif dan memiliki karakter moral yang baik seperti kerja keras, jujur, beriman, taqwa, dan jangan malas.

Hal ini harus berkesinambungan, lulusan wajib memiliki  kompetensi penting diawali dengan membentuk kepribadian, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif serta membuka berwawasan.

“Jangan berpikir sudah sarjana sudah pula perjuangan. Setelah sarjana inilah perjuangan baru dimulai, mahir teknologi itu syarat wajib untuk berjuang di zaman secanggih ini, karena kemajuan teknologi harus diiringi jika tidak, maka akan tertinggal,” pesannya.

Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah, MPd mengalungkan gordon kepada peserta yudisium.

Sementara itu, dalam yudisium ke-119 Indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi 3,89 diraih oleh Nova Riana dari Prodi Bimbingan Konseling.

Nova Riana mengaku sangat bahagia dan puas dengan hasil kerja keras yang selama ini dilakukan.

Menurutnya, Universitas PGRI Palembang merupakan kampus yang tepat untuk menimba ilmu pendidikan dengan fasilitas lengkap baik sarana maupun prasarana, dan juga dilengkapi dengan Teknologi Informasi (TI) terbaik.

“Ditambah dengan tenaga pengajar dosen yang berkompeten sehingga ilmu yang diberikan benar-benar meresap dan dapat langsung diterapkan,” ucap Nova Riana.

Kalender

December 2020
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori Post