Pembelajaran Berorientasi HOTS Ajak Anak Berpikir Tingkat Tinggi

Pembelajaran Berorientasi HOTS Ajak Anak Berpikir Tingkat Tinggi

Guna meningkatkan mutu pendidikan khusunya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel bersama Universitas PGRI Palembang dan Kelompok Kerja Kepala TK se-Sumsel, menggelar Workshop pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Workshop yang pesertanya guru TK negeri se-Sumsel bertemakan ‘Mewujudkan Pembelajaran Berbasis HOTS Melalui Penguatan Keterampilan Guru Dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar’ digelar di Aula Drs H Aidil Fitri Syah Gedung Business & Science Center, Sabtu (14/3/2020).

Peserta guru TK negeri se-Sumsel serius mengikuti Workshop pengembangan pembelajaran berorientasi HOTS di Aula Drs H Aidil Fitri Syah Gedung Business & Science Center, Sabtu (14/3/2020).

 

Kegiatan workshop yang diikuti ratusan kepala sekolah dan guru TK negeri dari kabupaten/kota se-Sumsel, dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, SPd, MM ditandai dengan pemukulan gong.

Hadir dalam acara pembukaan workshop tersebut, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi, Ketua Program Studi PG PAUD Univeritas PGRI Palembang yang juga trainer workshop, Melinda PS Jaya,  MPd, dan undangan penting lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, SPd, MM mengatakan, kegiatan workshop pembelajaran berbasis HOTS ini sangat penting untuk mengenalkan program baru dalam proses pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Baca Juga :  Universitas PGRI Palembang Beri Dukungan dan Kontribusi, Dua Event Besar PGRI Berlangsung Sukses

“Ini merupakan pembelajaran baru di mana mengajak anak berpikir tingkat tinggi, Artinya kita diajak berpikir secara nalar,” jelas Zulinto.

Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, SPd, MM.

 

Lebih lanjut Zulinto menjelaskan, guru sebagai ujung tombak perubahan dapat mengubah pola pikir dan strategi pembelajaran yang pada awalnya berpusat pada guru (teacher centered) berubah menjadi berpusat pada siswa (student centered).

Zulinto berharap guru lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pelajaran seiring dengan implementasi kurikulum 2013.

Dia berharap juga dengan adanya perubahan paradigma pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah, dapat terciptanya manusia yang produktif, kreatif, dan inovatif sehingga terwujud pelaksanaan pembelajaran yang dapat dilaksanakan di berbagai lingkup dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

“Jadi dalam hal ini guru dapat mendorong agar anak-anak untuk berpikir secara nalar,” jelasnya.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi.

 

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyambut baik kegiatan workshop pembelajaran berbasis HOTS bagi guru TK.

Baca Juga :  Rektor Universitas PGRI Palembang Serahkan Mahasiswa KKN/KKL dan Teken MoU Dengan Walikota Prabumulih

Ia menjelaskan kegiatan workshop seperti ini harus digalakkan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari usia dini.

Rektor menyatakan siap memfasilitasi para guru dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Sumsel.

“Bila perlu kita buka kelas khusus untuk para guru TK di Universitas PGRI Palembang,” ujar Bukman.

Beliau juga menawarkan berbagai diskon dan bantuan bagi guru TK/PAUD yang akan melanjutkan pendidikan/kuliah di Universitas PGRI Palembang.

Di tempat yang sama, Ketua Program Studi PG PAUD Universitas PGRI Palembang Melinda PS Jaya, MPd mengungkapkan melalui workshop ini diharapkan guru dapat memahami bahwa pada dasarnya guru TK/PAUD mampu memberikan pembelajaran kepada anak dengan memanfaat lingkungan sekitar.

Berfoto bersama usai kegiatan Workshop pengembangan pembelajaran berorientasi HOTS di Aula Drs H Aidil Fitri Syah Gedung Business & Science Center, Sabtu (14/3/2020).

 

Di samping itu, guru dapat memberikan pemahaman kepada anak terhadap informasi dan bernalar, Guru tidak hanya menguji ingatan sehingga kadang-kadang perlu untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau dapat mengembangkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif anak dalam bentuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inovatif.

Melinda PS Jaya, MPd yang juga trainer kegiatan ini menjelaskan, jika pembelajaran HOTS ini lebih menekankan kepada kemampuan untuk menganalisis terutama dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan, berfikir kritis, dan kreatif.

“Semoga melalui workshop pembelajaran berbasis Hots ini dapat meningkatkan pengetahuan baik itu guru mapun kepala sekolah dalam hal pembelajaran pengetahuan tingkat tinggi untuk anak usia dini,” harapnya. (hyd)

Kalender

March 2020
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori Post