Universitas PGRI Palembang Hadirkan Tiga Pakar dalam Seminar Pendidikan Dasar

Universitas PGRI Palembang Hadirkan Tiga Pakar dalam Seminar Pendidikan Dasar

Untuk pertama kalinya Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang menggelar Seminar Pendidikan Dasar (Sendiksa) PGSD ke-I Tahun 2019 di Gedung Science & Business Center Lantai 5 Universitas PGRI Palembang, Sabtu (7/12/2019).

Sendiksa PGSD  yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi menghadirkan tiga nara sumber berkelas nasional maupun internasional.

Ketiga pemateri yang pakar dan berkompeten di bidangnya itu adalah Prof Dr Ir Arita Marini, ME dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Endang Widi Winarni, MPd dari Universitas Negeri Bengkulu, dan Dr Taufina Taufik, MPd dari Universitas Negeri Padang.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyampaikan kata sambutan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi mengatakan, digelarnya Sendiksa ini merupakan terobosan luar biasa dari Prodi PGSD, terlebih lagi mendatangkan tiga pembicara berkompeten dan tak diragukan lagi dalam dunia pendidikan dasar.

Bukman mengatakan, sejak berdiri dua tahun, Prodi PGSD FKIP Universitas PGRI Palembang sampai saat ini belum mengeluarkan alumni. Namun kenyataannya, prodi ini sudah Terakreditasi B.

Dikatakannya, dengan menyebutkan seminar ke satu maka diharapkan akan ada seminar-seminar kelanjutan baik kedua, tiga, dan seterusnya.

Prof Dr Endang Widi Winarni, MPd dari Universitas Negeri Bengkulu didampingi Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi memukul gong tanda dibukanya Sendiksa PGSD ke-I Tahun 2019.

“Kita gelar seminar ini rutin dan berkelanjutan. Bila perlu, dua kali seminar nasional dan ketiganya langsung kita gelar seminar internasional. Hal ini bukan tak mungkin karena tiga pembicara yang kita hadirkan ini bukan saja sudah berkelas nasional tapi sudah selevel internasional. Kita ingin hadirkan dunia baru, dalam arti kata biar kampus masuk lorong tapi dikenal dunia,” kata Bukman lagi.

Rektor juga memuji kinerja manajemen Universitas PGRI Palembang yang dalam kurun waktu dua tahun bisa meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta lulusan secara signifikan.

Indikatornya di mana penilaian terhadap Universitas PGRI Palembang melesat dari ranking 1.000 nasional kini masuk dalam urutan 208 untuk PTN/PTS terkemuka dan bermutu seluruh Indonesia dari penilaian Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi di bawah Kemenristekdikti.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi menyerahkan cindera mata kepada salah satu nara sumber Sendiksa Prof Dr Endang Widi Winarni, MPd dari Universitas Negeri Bengkulu.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sendiksa, Adrianus Dedy, S Fil, MPd melaporkan bahwa seminar nasional ini diikuti 908 peserta yang terdiri dari guru, praktisi pendidikan, mahasiswa dari wilayah Sumatera Selatan dan beberapa dari provinsi luar Sumsel.

Sendiksa yang mengambil tema ‘Aktualisasi generasi Emas Pendidikan Dasar yang Unggul dan Berkarakter dalam Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Menyongsong 5.0 Society’ dihadiri 54 pemakalah dari Universitas PGRI Palembang, Universitas Sjakhyakirti Palembang, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal, STKIP PGRI Lubuklinggau.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Kota Bumi Lampung, Universitas Taman Siswa Palembang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Islam Negeri Batusangkar serta dari SDN 15 Inderalaya, dan SMKN 3 Sumatera Barat.

Sementara itu, ketiga pembicara masing-masing menekankan bahwa pendidikan dasar adalah pondasi pembentukan karakter anak didik dan untuk itu perlu metode penyampaian yang cerdas yaitu bagaimana menyampaikan pembelajaran pendidikan dasar dengan benar.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi, nara sumber Sendiksa, pejabat Universitas PGRI Palembang berfoto bersama.

Seperti dipaparkan Dr Taufina Taufik, MPd dari Universitas Negeri Padang yang  mengatakan kehadiran mereka dalam seminar ini untuk mengubah mindset bahwa bukan teacher center akan tetapi student center.

“Dalam praktiknya student center bagaimana dunia dasar itu menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan bukan pembelajaran yang menakutkan. Ibarat anak -anak diberikan pilihan mau makan sayur atau bakso. Pasti pilih bakso. Itulah ibaratnya, bahwa harus senang tidak ketakutan dan tidak ada beban. Jadi kita ingin membangun sikap mental dalam rangka menyongsong Indonesia Emas,” ujar Taufina. (hyd)

Kalender

December 2019
MTWTFSS
« Nov Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031 

Kategori Post

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *