STUDI PENERAPAN OVER LOAD SHEDDING (OLS) RELAY PADA SISI SEKUNDER TRANSFORMATOR DAYA 20 MVA PENYULANG ARIES 20 KV DI GARDU INDUK LAHAT

Dian Eka Putra, Andi Siahaan

Abstract


ABSTRAK

Pembebanan pada Transformator daya 20 MVA di Gardu Induk Lahat terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya waktu, dikemudian hari kemungkinan transformator daya  tersebut memiliki beban penuh atau melebihi kapasitasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya diperlukan proteksi beban lebih terhadap transformator daya tersebut yaitu relai Over Load Shedding (OLS) yang dikoordinasi pada sisi sekunder  transformator daya pada setiap penyulang 20 kV.

            Karena Relay OLS termasuk pada OCR incoming 20 KV dan cara kerja OLS mentripkan penyulang 20 kV berdasarkan beban lebih. Maka ketiganya harus dikoordinasikan, untuk penyulang dipilih salah satu yaitu penyulang Aries. Arus gangguan hubung singkat maksimum pada penyulang aries sebesar 3430.4 A, waktu kerja (t) = 0.2229 s, sedangkan Arus gangguan hubung singkat maksimum OCR incoming 20 kV 4600 A, waktu kerja (t) =  0,877 s.  Untuk Set OLS yaitu 580 A dan waktu relai OLS diambil 2 detik. Dari hasil diatas menujukkan apabila terjadi hubung singkat pada penyulang Aries OCR bekerja terlebih dahulu dari OLS, ketika terjadi beban lebih pada transformator daya, maka OLS bekerja terlebih dahulu dengan melepas penyulang aries. Jika incoming 20 kV  tidak diterapkan OLS, ketika Imaks transformator daya setting PLN (650 Ampere) maka OCR incoming 20 kV bekerja dengan mentripkan PMT Incoming 20 kV, otomatis seluruh penyulang akan hilang beban atau trip.

 

Kata kunci :  Relai arus lebih, OLS (over load shedding), setting relai, transformator daya.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.